KPK Usut Dugaan Korupsi APBD Gubernur Papua

Gubernur Papua Lucas Enembe ditangkap KPK. Kini, dengan meninggalnya mantan Wakil Gubernur Papua, kondisi pemerintahan Papua kosong tanpa pemimpin.
Gubernur Papua yang seharusnya menjalankan tugas pemerintahan di Papua ditangkap KPK di sebuah restoran Papua, Selasa (1/10/2023). Saat itu, Lucas sedang makan papedas.

Kemudian Lukas dibawa ke Brimob Polda Papua. Setelahnya, Lukas langsung dibawa ke Jakarta via udara.

Sesampai di Jakarta, Lukas langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, sebelum dibawa KPK. Hasil pemeriksaan mengharuskan Lukas menjalani perawatan di RSPAD.

“Jadi untuk memastikan kondisi kesehatannya, sekali lagi karena kami tetap ingin menjunjung hak asasi manusia. Hak kesehatan dari tersangka,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Posisi Lukas yang kosong seharusnya digantikan oleh Wakil Gubernur Papua. Namun diketahui bahwa Wagub Papua Klemen Tinal meninggal dunia pada 21 Mei 2021. Sejak saat itu hingga saat ini belum ada yang menggantikan posisi Klemen Tinal.

Kembali ke Lukas, diketahui Lukas Enembe sudah ditetapkan tersangka KPK sejak tahun lalu. Namun KPK saat itu belum mengumumkan resmi status tersangka Lukas.

KPK kesulitan memeriksa Lukas. Ia tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit.

Situasi sosial di Papua juga memanas. Pendukung Lukas bersiaga di rumahnya dan membawa senjata tradisional. Mereka juga turun ke jalan menentang penetapan tersangka oleh KPK.

Bola kusut penanganan korupsi Lukas Enembe menemui titik balik saat penangkapan Lukas kemarin.

Pengacara Lukas, Stefanus Roy Renwarin mengatakan, saat itu kliennya baru menyantap hidangan khas Papua, papeda dan kuah ikan.

“Iya memang itu tempat makan dia, orang Papua bilang papeda, sagu itu pakai kuah ikan. Itu memang makanan dia,” kata Roy saat dihubungi Kompas.com, kemarin.

Trending 🔥 :  Kekosongan Jabatan, Usai Gubernur Papua Ditangkap

Saat itu, Lukas ditemani oleh keluarganya dari kampung di Tolikara, seorang ajudan, dan sopir.

Selesai makan, Lukas ditangkap penyidik. Ia kemudian diamankan ke Markas Korps (Mako) Brimob Kotaraja.

Menurut Roy, lokasi rumah makan itu memang dekat dengan Mako Brimob.

“Iya 200-300 meter dari Mako Brimob,” ujar dia.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengkonfirmasi penangkapan Lukas. Tidak berselang lama setelah penangkapan itu, Lukas dibawa ke Bandara Sentani.

Tim penyidik membawa Lukas ke Manado menggunakan pesawat Trigana Air untuk transit.

“Sudah dibawa ke bandara,” ucap Fakhiri.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa Lukas hendak bertolak ke Mamit, Tolikara melalui Bandara Sentani.

Menurut Firli, rute itu bisa menjadi siasat Lukas untuk melarikan diri ke luar negeri.

“Bisa jadi cara tersangka Lukas Enembe akan meninggalkan Indonesia,” ujar Firli dalam keterangan tertulisnya.

KPK baru mengumumkan status Lukas Enembe pada 5 Januari 2023. Lukas diduga menerima hadiah atau janji pembangunan infrastruktur di Papua.

Lukas diduga mendapat fee 14 persen dari total nilai kontrak yang didapat setelah dikurangi pajak. Suap itu diduga diberikan kepada Lukas Enembe dan beberapa pejabat. Lukas diduga menerima uang Rp 1 miliar.