Kekecewaan Thomas Doll Di Laga Bhayangkara FC Vs Persija Jakarta


Warning: Undefined array key "tie_hide_meta" in /home/u992852709/domains/allaeps.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/u992852709/domains/allaeps.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Persija Jakarta kalah 1-2 dari Bayankara Solo FC pada pekan ke-25 Liga Satu 2022-2023.

Bermain di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, anak asuh Thomas Doll justru unggul lewat gol Hanno Behrens (20′) sebelum Dendi Srischawan dkk mencetak gol lewat penalti Matthias Miel (52′) dan lob Alex Martins Ferreira. dengan (81′).

Situasi ini membuat Persija Jakarta tertahan di posisi kedua dengan 47 poin, terpaut tiga poin dari PSM Makassar di puncak klasemen dan satu poin dari Persib Bandung di posisi ketiga

Padahal, Persija berpeluang besar untuk menyamai poin dari PSM apabila dapat mengalahkan Bhayangkara FC pada Kamis (16/2/2023).

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengungkapkan kekecewaannya setelah kekalahan tersebut.

“Saya kecewa dengan performa pemain hari ini.,” ungkap Doll dilansir dari situs resmi Persija.

Doll mengaku bingung dengan permainan dari Witan Sulaeman dkk, khususnya di babak kedua.

“Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Di babak kedua kami sama sekali tidak bermain dengan cara kami yang biasanya,” lanjut eks pelatih Al-Hilal dan Apoel tersebut.

Tiga pemain asing dari Persija Jakarta, yakni Ondrej Kudela, Hanno Behrens, dan Michael Krmencik ditarik oleh Doll pada awal babak kedua.

Sebagai gantinya, pelatih yang juga pernah menangani Borussia Dortmund dan Hannover 96 tersebut memasukkan Dandy Maulana, Witan Sulaeman, dan Aji Kusuma.

Doll juga mengamini bahwa ditariknya Kudela di awal babak kedua memengaruhi pertahanan dari Persija Jakarta.

“Seperti yang bisa dilihat dengan tidak adanya Kudela, cara bertahan kami menjadi berbeda,” lanjut keluh Doll.

“Saya tidak puas dengan performa hari ini dan kami kehilangan tiga poin yang penting,” tutup Doll.

Kekalahan Macan Kemayoran dari The Guardians menambah kerasnya persaingan di papan atas klasemen, khususnya dengan PSM dan Persib.

Selanjutnya, Persija akan menghadapi klub Banjarmasin, Barito Putera di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada Rabu (22/2/2023) pukul 15.00 WIB dalam lanjutan pekan ke-26 Liga 1 2022-2023.

Adapun kedua pesaingnya, PSM dan Persib akan melanjutkan pekan ke-25 Liga 1 2022-2023 terlebih dahulu.

PSM akan menghadapi Persik Kediri dan Persib akan menghadapi klub promosi, RANS Nusantara.

Trending 🔥 :  MU Libas Real Betis, Berikut Rekapitulasi Liga Eropa Hari Ini

Kedua pertandingan tersebut berlangsung pada Minggu (19/2/2023) pukul 15.00 WIB.

Alih-alih balik unggul, gawang Persija justru dijebol Alex pada menit ke-81. Tim tamu kemudian gagal merespon di sisa waktu sehingga gagal memetik kemenangan kelima secara beruntun.

Kekalahan ini membuat Persija menetap di urutan dua klasemen Liga 1. Macan Kemayoran memiliki tabungan 47 poin dari 24 pertandingan, defisit tiga poin dari pemuncak PSM Makassar.

Persija selanjutnya menghadapi Barito Putera, Rabu (22/2/2023). Sedangkan Bhayangkara FC meladeni Madura United, Senin (20/2/2023).

Berawal dari umpan silang Firza Andika dari sisi kiri, bola dapat ditanduk Michael Krmencik. Kiper Awan Setho mampu menepis bola sundulan itu, namun Behrens bergerak cepat untuk menyambar bola pantul.

Setelah unggul, Persija tetap memegang kendali permainan. Beberapa kali Riko Simanjuntak menebar teror di sisi kiri pertahanan Bhayangkara, sedangkan Bhayangkara mencoba tampil lebih menyerang dengan banyak mengandalkan Mati Mier.

Setelah turun minum, pelatih Persija Thomas Doll menarik para pemain asingnya yakni Ondrej Kudela, Behrens, dan Krmencik. Namun perubahan itu justru membuat Bhayangkara mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-51 melalui eksekusi penalti.

Tangan bek Persija Dandi Maulana kedapatan mengenai bola oleh wasit Mahmud Ansyori. Mier yang menjadi eksekutor melepaskan sepakan yang tidak terlalu keras, namun kiper Andritany Adhiyasa gagal membaca arah bola.

Kedudukan imbang 1-1 membuat kedua tim semakin berani bermain terbuka. Riko memiliki peluang melalui sepakannya, sedangkan tuan rumah balas mengancam melalui sepakan voli Mier.

Bhayangkara kemudian mampu mengemas gol kemenangan pada menit ke-81. Diawali skema serangan balik, bola kemudian dikejar oleh Alex Ferreira.

Pemain Brazil itu kemudian melihat Andritany berada agak keluar dari gawangnya, dan memutuskan untuk melepaskan tembakan jarak jauh yang melesak masuk ke gawang tim tamu.

Pada fase akhir pertandingan, Persija yang berusaha mencari gol penentu kemenangan memasukkan Osvaldo Haay untuk mempertajam lini depan. Namun sampai peluit panjang berbunyi, Bhayangkara mampu mempertahankan keunggulan 2-1.