Kebangkitan Chelsea Saat Menghadapi Palace

Chelsea berada pada waktu yang sangat penting di Liga Premier. Untuk mengembalikan kepercayaan diri, mereka harus mencetak poin penuh saat melawan Crystal Palace, Minggu (15/1).
Chelsea hanya memenangkan satu dari sembilan pertandingan Liga Premier terakhir mereka. Dari total maksimal 27 poin, The Blues hanya bisa mencetak 6 poin.

Torehan tersebut membuat Chelsea akhirnya terpuruk di peringkat kesepuluh dengan koleksi 25 poin. Chelsea sudah tertinggal 19 angka dari Arsenal.

Graham Potter yang diharapkan bisa meningkatkan performa Chelsea usai terpuruk di tangan Thomas Tuchel, justru malah membuat The Blues makin terperosok.

Chelsea secara logis tidak lagi bisa berharap banyak masuk dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Untuk saat ini, lolos ke Liga Champions musim depan pun masih terasa berat bagi mereka.

Saat ini Chelsea berjarak 10 angka dari batas akhir zona Liga Champions yang ditempati oleh Newcastle United.

Karena itu Chelsea harus bisa bangkit dari keterpurukan yang mereka alami. Duel lawan Crystal Palace bisa jadi momentum mereka untuk bangkit.

Palace juga sedang dalam periode buruk. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dalam empat laga terakhir Liga Inggris yang dimainkan.

Selain itu Chelsea punya rekor impresif dalam duel lawan Crystal Palace. The Blues selalu menang dalam 11 pertemuan terakhir lawan Palace.

Pada pertemuan pertama musim ini di Selhurst Park, Chelsea menang 2-1 atas Palace. Chelsea leih dulu tertinggal lewat gol Odsonne Edouard namun berbalik memimpin lewat Pierre Emerick Aubameyang dan Conor Gallagher.

Chelsea sedikit lebih mendominasi penguasaan bola. Namun, pasukan Graham Potter masih kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat Crystal Palace.

Di sisi lain, Palace beberapa kali mampu mengancam gawang Chelsea, salah satunya lewat tembakan voli Michael Olise yang masih bisa ditepis Kepa Arrizabalaga.

Trending 🔥 :  Meski Menang Atas PSM Makassar, Persija Jakarta Tak Lagi Di Puncak Klasemen

Terlepas dari cukup banyaknya peluang yang didapat kedua tim di sepanjang babak pertama, tak ada gol yang tercipta hingga laga memasuki jeda turun minum.

Kembali dari kamar ganti, permainan masih berjalan cukup seimbang meski Chelsea lebih unggul dalam penguasaan bola. Peluang kedua tim masih belum ada yang membuahkan hasil.

Chelsea akhirnya sukses memecah kebuntuan pada menit ke-64 lewat gol Havertz. Sebuah crossing yang dikirim Hakim Ziyech sukses disundul Havertz menjadi go.

Tak ada gol tambahan yang tercipta di sisa waktu. Skor 1-0 untuk kemenangan Chelsea pun menjadi hasil akhir laga ini.

Chelsea: Kepa Arrizabalaga; Trevoh Chalobah, Thiago Silva, Benoit Badiashile, Lewis Hall (Kalidou Koulibaly 78′); Conor Gallagher, Jorginho, Carney Chukwuemeka (Pierre-Emerick Aubameyang 63′); Hakim Ziyech (Mateo Kovacic 89′), Kai Havertz (Cesar Azpilicueta 89′), Mason Mount.

Pelatih: Graham Potter.

Crystal Palace: Vicente Guaita; Nathaniel Clyne, Joachim Andersen (James Tomkins 38′), Marc Guehi, Tyrick Mitchell; Cheik Oumar Doucoure, Jeffrey Schlupp (Will Hughes 69′); Michael Olise, Eberechi Eze (Odsonne Edouard 69′), Wilfried Zaha; Jordan Ayew (Jean-Philippe Mateta 69′).

Pelatih: Patrick Vieira.