Kalah Dari PSIS, Ini Catatan Untuk Arema FC

Arema FC kembali menelan hasil buruk lanjutan Liga 1 BRI 2022/2023. Kali ini, Singo Edan kalah 1-0 dari PSIS Semarang pada laga pekan ke-19, Sabtu (21/01/2023) malam di Stadion Jatidhiri WIB.

Bagi tuan rumah PSI, kemenangan itu menyamai perolehan poin Arema. Jadi 26 poin. Dua tim saat ini berada di peringkat 7 dan 8.

Dari permainan, Arema sebenarnya bisa mengendalikan permainan. Tapi serangan yang dibangun masih kurang tajam. Sehingga mereka tak sanggup menjebol gawang PSIS.

Sebaliknya, tuan rumah bermain menunggu dan memanfaatkan serangan balik cepat. Agak ironis. Karena PSIS bermain layaknya tim tamu. Namun, hasilnya, tim berjuluk Mahesa Jenar itu sukses mengamankan kemenangan.

Arema FC Kalah Beruntun dan Tumpul

Trend buruk sedang dialami Arema. Kini mereka jadi tim medioker atau papan tengah yang paling seret gol. Mereka baru mencetak 20 gol dari 18 pertandingan. Paling sedikit diantara tim papan tengah lainnya.

Tapi jika melihat tiga pertandingan terakhir yang dijalani Arema, lini serang mereka sedang tumpul. Tidak ada gol yang dicetak dalam tiga laga terakhir.

Tentu ini jadi tamparan keras bagi pelatih Arema, Javier Roca. Karena di laga ini, dia punya lini depan yang komplit. Tidak ada yang cedera. Tapi duet Dedik Setiawan dan Abel Camara sampai saat ini masih tumpul.

Selain seret gol, Arema masih punya rekor buruk lainnya. Mereka kalah dalam tiga pertandingan beruntun. Sebelumnya, Singo Edan ditekuk Madura United dan Bhayangkara FC. Ini membuat Arema semakin sulit untuk bersaing ke papan atas.

Kiper Baru PSIS yang Tangguh
Satu persoalan PSIS sudah teratasi di putaran kedua. Yakni sektor penjaga gawang. Kiper, Adi Satryo membuktikan jika PSIS tak salah mendatangkannya dari Persik Kediri.

Trending 🔥 :  Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Tumbangkan Madrid

Karena gawangnya belum pernah kemasukan di putaran kedua. Sebelum lawan Arema, dia mencatatkan cleansheet melawan Rans Nusantara.

Saat melawan Arema, kiper 21 tahun ini menyelamatkan 3 tendangan ke gawang yang dilakukan Arema. Semua merupakan penyelamatan krusial. Akan beda cerita jika Adi tidak dalam performa terbaiknya.

Ini jadi pembuktian jika mantan kiper Timnas Indonesia U-19 ini patut diperhitungkan. Karena putaran pertama, dia hanya tampil dalam dua pertandingan bersama Persik Kediri.

Debut Brandon Scheunemann
Pelatih PSIS, M. Ridwan cukup berani memberikan debut untuk bek muda, Brandon Scheunemann. Padahal pemain 17 tahun itu baru promosi dari tim PSIS Youth, tapi sudah dipercaya jadi starter melawan tim sekelas Arema FC.

Brandon sendiri merupakan pemain keturunan Jerman yang berdomisili di Malang. Dia adalah putra dari mantan pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann.

Di laga ini, Brandon tampil penuh. Namun di awal pertandingan, dia terlihat agak canggung. Karena sempat dua kali melakukan kesalahan yang membuat Arema membuat peluang emas. Yakni lewat Dedik Setiawan dan Abel Camara. Beruntung dua peluang itu bisa diselamatkan kiper PSIS, Adi Satryo.

Arema FC Bermain di Hadapan Suporter

Pertandingan PSIS melawan Arema FC disaksikan puluhan ribu suporter di Stadion Jatidiri. Ini jadi laga pertama bagi Arema dihadapan penonton pasca Tragedi Kanjuruhan. Pekan lalu, laga pertama Singo Edan di putaran kedua harus ditunda.

Jika melihat permainan Arema, mental pemainnya terlihat sudah kembali. Mereka tak canggung bermain dihadapan suporter. Sempat dikhawatirkan pemain Arema agak canggung dan punya beban tersendiri saat melakoni pertandingan dengan suporter di tribune.